This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 30 November 2011

Jangan merusak pintunya, temukan kuncinya (ProFil)

Program Filter
ProFil

Sumber : Buku Seri NLP Popular – ProFil
Ditulis Oleh : RH. Wiwoho

Prolog


Jangan merusak pintunya, temukan kuncinya.

R.H. Wiwoho
Hendri masuk ke kantor saya. Wajahnya murung dan terlihat jengkel. Dia melonggarkan dasi Giani Versacenya dan membanting tubuh sekenanya.

“Aku tidak mengerti. Benar benartidak mengerti. Apalagi yang harus kuberikan? Mobil sudah, incentive sudah. Promosi jabatan baru saja diterimanya. Tapi kerjaannya?” katanya sambil menyebutkan nama salah satu manajernya. “Punya gagasan?”

“Pernah mengancam untuk memecatnya?” sahut saya.

“Aku serius nih,” ujarnya sambil menahan napas, tanda tidak senang dengan jawaban saya.

“Aku juga serius” ujarnya sambil menahan napas, tanda tidak senang dengan jawaban saya.

“Aku juga serius,” kata saya menegaskan.

Dialog pun berlangsung panjang, dan setelah kami mendiskusikan PROFIL 1 yang nanti akan dibahas dia berseru : “Oh, jadi dia memiliki arah motivasi MENJAUHI? pantas saaja, hampir semua rewards yang pernah kuberikan tidak banyak rmanfaatnya”


Dua bulan kemudian dia menelpon dan bercerita tentang perubahan perubahan besar yang terjadi pada manajernya itu.

“Anak saya males sekali belajar,” kata seorang ibu disela rehat kopi dalam salah satu seminar saya. “Saya tidak tahu, mau jadi apa dia kelak. berkali kali saya menasihatinya dan memberikan contoh anak anak yang putus sekolah dan kemudian menjadi anak jalanan. Tetap saja dia tidak mau berubah  ”

Setelah sesi pembahasan “Kombinasi Profil” selesai, si ibu menyadari bahwa dia memakai ‘kata kunci’ yang salah dalam berkomunikasi dengan anaknya. Akibatnya, dia tidak berhasil memotivasi anaknya, bahkan justru menjadi ganjalan dalam hubungan dengan sang anak.

Komunikasi adalah problem nomor satu baik di kantor, di rumah maupun di masyarakat luas. Perselisihan antar orang semakin lama semakin sering terjadi. Dari mulai operator telpon dengan prospek pelanggan, dendam anak pada orang tuanya, sampai kepala Negara yang berakhir dengan perang berkepanjangan. Komunikasi yang buruk dapat berakhir dengan pertikaian dan kebencian. Pada sisi lain  komunikasi yang tepat dapat menggerakkan seseorang pada potensi maksimalnya.

setiap orang unik dan seperti diketahui, orang berkomunikasi melalui sejumlah filter atau saringan yang dibentuk oleh masa lalu, identitas, keyakinan serta nilai nilai yang dimilikinya. Beberapa orang berpikir dengan urutan – urutan yang sistematis, sementara yang lain lebih suka melihat opsi opsi yang dimilikinya. beberapa orang tertarik pada hal hal yang baru dan berbeda, sementara yang lainnya ingin tetap status quo atau serupa dengan apa yang sudah diketahuinya.

Alangkah menyenangkannya, bila kita mempu memahami apa yang orang lain maksudkan saat dia berbicara kepada kita. Lebih lebih lagi bila kita mampu memprediksi perilakunya dari kata kata yang diucapkannya. Dan yang lebih hebat lagi, bila kita mampu menggerakkan perilakunya dengan respons yang kita berikan kepadanya.

Nah, buku ini (Seri NLP ini)  berisi  tentang tiga hal diatas yakni bagaimana MEMAHAMI, MEMPREDIKSI dan MEMPENGARUHI seseorang, dengan satu model yang saya sebut sebagai ProFIL.

Sekilas tentang ProFil
ProFil- yang selanjutnya akan ditulis dengan cara biasa : Profil- sebenarnya merupakan singkatan atau akronim dari dua kata: Pro(gram) dan Fil(terl). Program yang dimaksud di sini adalah kebiasaan atau kecenderungan orang dalam hal hal tertentu. Seperti misalnya, ada kecnderungan orang ketika berhadapan dengan penjahat dan diancam: “Harta atau nyawa?”  ada orang yang mempertahankan hartanya, mati-matian, dan bila perlu menyabung nyawa, namun ada pula orang yang lebih rela menyerahkan hartanya langsung ketimbang nyawanya dalam taruhan. kedua kecenderungan seperti ini bisa kita sebut sebagai reflex, atau respon tidak sadar atau tindakan spontan. Pola seperti ini akan terus dilakukan seseorang sepanjang konteks kejadiannya sama atau mirip.

Contoh lain. Ada orang yang memiliki kecenderungan memutuskan sesuatu dengan keyakinannya ‘sendiri’, sementara banyak orang lain mengambil keputusan berdasarkan opini atau pendapat ‘orang lain’. Dalam buku ini, kelompok orang pertama kita sebut memiliki Program Internal, dan yang kedua punya program Eksternal.

Lalu, bagaimana kita membedakan kedua kelompok orang tersebut? Dengan sebuah pertanyaan yang disebut Filter. Misalnya dalam kasus internal dan eksternal diatas, filternya adalah : “Bagaimana anda tahu bahwa anda telah melakukan (Konteks) dengan baik?”

Profil dalam buku ini dikembangkan dari Meta Program, sebuah teknik dalam Neuro Linguistic Programming (NLP) yang mula mula dikembangkan oleh Leslie-Cameron Bandler dan Richard Bandler.

Selasa, 01 November 2011

“Opsi” dan “procedural”


NLP : Meta Program (part 3)
“Opsi” dan “prosedural”
http://dheyadheyz.multiply.com/journal/item/17
Sulit sekali untuk menekan Hari agar bias duduk lama di kursi kerjanya. Ia sepertinya mempunyai begitu banyak hal yan harus dilakukan. Ada begitu banyak opsi kerja baginya dalam satu waktu. Jika kita memaksanya untuk memilih, ia akan mempunyai kesulitanuntuk menentukan mana satu diantaranya yang terpenting. Maka dari itu, ia akan lebih menyukai bekerja secara freelance karena hal nitu membuatnya lebih bias melibatkan diri ke dalam berbagai proyek berbeda.
Sifat ini sangat bebeda dengan sifat Jumat adiknya. Jumat lebih menyukai satu jalur prosedur yang jelas. Ia menyukai sesuatu hal itu bias dijalani sampai tuntas sebelum ia memulai sesuatu yang lain. Ia sangat bagus dalam mengikuti instruksi, dan bias menjelaskan segala sesuatu secara jelas dan berurutan logis. Jumat merasa sulit jika digandengkan / dipatnerkan dengan Hari. Ia menggambarkan kakaknya itu sebagai orang yang “berceceran di mana mana”.

Memahami Pola Pola “Opsi” dan “Prosedural”
Pola pola “opsi” gampang terlihat karena orang demikian menyukai keberagaman. Orang dengan pola “opsi” sering mengakali aturan dan kemudian menciptakan aturan sendiri agar orang lain mengikutinya. Ia selalu bahagia dengan pilihan baru, kesempatan baru, dan ide ide baru,. Ia terkadang enggan membuat keputusan – keputusan karena hal itu bias justru membatasi jumlah kemunghkinan yang akan dimilikinya. Baginya, kebebasan adalah hal terpenting. Ia lebih menyukai mengontrol masa depan dirinya. Jika anda mengetahui orang yang jagoan dalam memulai sesuatu, namun kesulitan untuk mengakhirnya dengan baik, besar kemungkinan ia mengoperasikan pola “opsi”.
Cirri untuyk mengidentifikasi pola pikir “prosedur” ialah saat orang bersangkutan ingin melakukan sesuatu setahap demi setahap sesuai prosedur. Dia menyukai menuntaskan sesuatu yang dimulainya, dan sering kali kebingungan jika dihadapkan pada terlalu banyak pilihan sekaligus. Ia merasa, mengikuti aturan adalah hal terbaik baginya. Ia merasa tidak nyaman jika diminta menyimpoang dari aturan atau norma. Ia juga menyukai menjelaskan sesuatu setahap demi setahap.
Perbedaan demikian bias terlihat dardalam perilaku individu maupun organisasional. Banyak orang mengasosiasikan institusi perbankan dengan pendekatan yang procedural karena para pekerjanya harus mengikuti ketat peraturan peraturan. Kalau orang orang di bank memperlakukan uang kita dengan cara itu, wah kita akan merasa nyaman. Kalau orang orang bank memperlakukan uang kita dengan cara akal akalan, kita tentu menjadi waswas.
Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan media. Lembaga maupun orang orang media justru harus sangat kreatif dan selalu berhubungan dengan al;iran ide ide baru tanpa henti. Jika orang orang di media terlalu dikekang oleh prosedur, perusahaan bakal cepet mati.

Berkomunikasi dengan orang berpola “opsi ” dan “prosedur”
Saat berkomuniasi dengan orang yang menerapkan pola “opsi”, kunci keberhasilannya adalah dalam pilihan pilihan, kemungkinan kemungkinan, alternative alternative, keberagaman, dan sejenisnya. Letakkan saja bola di atas meja, dan biarkan ia berpikir melakukan sesuatu dengan hal itu.
Kata kata kunci untuk berkomunikasi dengan orang berpola “prosedur”, antara lain : terbukti, teruji, terandalkan, sesuai aturan, menurut ini, atau menurut itu, dan sejenisnya. Saat anda menjelaskan sesuatu pada nya, cocokan diri anda dengan perilaku mereka dengan cara melingkupi segala sesuatu berdasarkan urutan logis.    

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More